Pemain Baru Manchester United Bukan Hanya Sebuah Filsafat
Apa yang Manchester Lakukan di akhir pekan ini di saru sisi sunguh mengecewakan, lepas dari itu, ada sesuatu yang mengagumkan tentang kebijakan
transfer mereka, sesuatu yang luar biasa jujur tentang cara melakukan bisnis mereka.
Setiap
tim lain (di Premier League) di dunia telah mengeluarkan jutaan dollar untuk pakaian tim sebagai bukti kebersamaan mereka dalam tim dan tidak hanya dilambangkan sebagai filsafat.
Di tempat lain, "pemuda" adalah salah satu trendi yang mana Liverpool mendasarkan filosofi mereka pada pemuda. Mereka berbicara tentang hal itu terus-menerus, hingga salah satu petinggi Arsenal (Arsene Wenger) pun berpendapat bahwa jamannya sudah usai.
Beberapa tahun belakangan ini Inggris telah mengkajiulang masa lalu dimana sebelum hal-hal buruk terjadi setelah Ferguson pensiun.
Bahkan
Chelsea dan Manchester City (klub yang dibangun dengan prinsip kapitalisme), telah
mengadopsi komiunikasi dua arah yang selama ini telah melanda mereka selama di pertandingan. Mereka juga memutuskan memiliki filosofi lebih mengecualikan sebuah aturan.
Musim
lalu, Manchester menandatangani Angel Di Maria untuk biaya rekor Inggris sebesar £
59.700.000 meskipun mereka tidak memiliki penggunaan yang jelas untuk itu. Mereka membawa Radamel Falcao dengan biaya pinjaman mahal, bahkan jika
lututnya tidak lagi bekerja, mereka sudah menyiapkan dua lini depan Wayne Rooney dan Robin van Persie.
Mereka
juga berbohong bahwa mereka sangup menandatangani kontrak para pemain setara dengan Luis Suarez
setahun jika mereka mau. Dimana sebagian besar pembicaraan meniru Barcelona atau Borussia
Dortmund dan bahkan Southampton.
Inggris memutuskan bahwa inspirasi mereka adalah Real Madrid.
Bahkan Eksekutif klub kemudian melakukan tindakan ekstrim lainnya dengan menurunkan para pemain muda agar dapat dikenal juga oleh para penggemar Manchester dan berharap agar ketrampilan para pemain muda dapat terasah maksimal karna didampingi dengan pemain-pemain utama mereka.
Sebaliknya, mereka hanya melakukan apa yang semua klub harus coba untuk melakukannya. Mereka telah mengidentifikasi kelemahan mereka dan mencari pemain terbaik untuk memperbaiki itu. Membeli pemain terbaik yang Anda bisa untuk mengisi lubang terbesar yang Anda miliki.
Tak seorang pun akan melihat itu selama setahun kedepan. Ketenaran amatlah menyilaukan dan memprediksi pemain berkualitas semakin berkurang dan ini beresiko bagi bisnis mereka.

